=== WELCOME TO PAGIMANA PORT ===
KESELAMATAN PELAYARAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA

16 Juli 2009

SEJARAH PELABUHAN PAGIMANA

Pagimana adalah sebuah Kecamatan yang terletak disebelah Utara Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. Pembangunan Pelabuhan Pagimana di dukung oleh potensi hinterland yang didominasi oleh sektor perkebunan berupa kopra, cengkeh coklat dan vanili dan untuk sektor kehutanan berupa rotan, damar dan kayu yang pemasarannya keluar wilayah Kecamatan Pagimana dengan menggunakan moda transportasi laut tradiosional seperti perahu, sementara untuk sektor pertambangan berupa nikel yang sampai saat ini lingkup hinterland tersebut masih menunggu para investor untuk dapat mengembangkannya secara optimal.

Untuk mendukung dan memenuhi tuntutan perkembangan kota dan perdagangan pada masa itu, maka pada tahun 1968 Pelabuhan Pagimana dibangun dengan fasilitas berupa dermaga kayu sebagai tempat bertambatnya kapal dalam pelaksanaan kegiatan bongkar/muat barang dan turun/naik penumpang dan pelabuhan ini adalah merupakan Lokasi Kerja (Loker) Pelabuhan dibawah koordinator Pelabuhan Luwuk.

Melihat perkembangan di wilayah Kecamatan Pagimana semakin pesat dengan semakin bertambahnya hasil komoditi yang diangkut keluar melalui dermaga kayu tersebut, maka pada tahun 1973 status Pelabuhan Pagimana pada saat itu dari Loker menjadi Syahbandar dan memiliki bangunan kantor seluas 100M2.

Walaupun telah memiliki fasilitas dermaga kayu, namun pelabuhan yang ada pada saat itu kurang memiliki fasilitas lainnya untuk mendukung kelancaran kegiatan bongkar/muat barang dan turun/naik penumpang, maka untuk pengembangannya dilakukan survey pada tahun 1984/1985 oleh Team Amdal dari Bandung yang berlokasi di Lagajong Desa Basabungan Kecamatan Pagimana.

Berdasarkan hasil survey dinyatakan bahwa pada lokasi tersebut layak untuk dibangun fasilitas pelabuhan berupa dermaga beton, gudang, terminal penumpang, lapangan penumpukan, lapangan parkir, rumah genset dan pos jaga.

Pada tahun 1995/1996 dilaksanakan pembangunan pelabuhan baru pada lokasi yang telah di survey dengan menggunakan alokasi dana dari bantuan luar negeri untuk wilayah Indonesia Timur.


LETAK GEOGRAFIS

Secara geografis Kecamatan Pagimana terletak disebelah Utara Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah dan berada pada posisi : 00°-47’-700’’LS / 122°-38’-800’’BT, dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara : Berbatasan dengan Teluk Tomini

Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Kintom (Luwuk Timur)

Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Bunta

Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Bualemo

Secara administrasi Kecamatan Pagimana terdiri dari 39 desa dan 3 kelurahan, dengan luas wilayah 1.095.78 KM2 atau 109.578 Ha.

Pelabuhan Pagimana terletak di wilayah Kecamatan Pagimana Kelurahan Basabungan pada posisi : 00°-47’-35’’ LS / 122°-39’-10’’ BT.

Batas-batas Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan sebagai berikut :

Sebelah Utara : Berbatasan dengan Pulau Dondola

Posisi : 00°-24’-700’’ LS / 122°-22’-700’’ BT

Jarak : 23,50 Mil

Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Selat Walea

Posisi : 00°-24’-700’’ LS / 122°-25’-600’’ BT

Jarak : 27,60 Mil

Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Teima

Posisi : 00°-46’-700’’ LS / 122°-22’-350’’ BT

Jarak : 18,20 Mil

Sebelah Timur : Berbatasan dengan Tanjung Pangkalaseang

Posisi : 00°-42’-600’’ LS / 123°-26’-800’’ BT

Jarak : 60 Mil.


KONDISI FISIK LINGKUNGAN

1. Iklim dan Curah Hujan

Wilayah Kecamatan Pagimana dipengaruhi oleh 2 (dua) musim, yaitu :

a. Musim Hujan, berlangsung mulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan April.

b. Musim Kemarau, berlangsung mulai pada bulan April sampai dengan bulan Oktober.

Curah hujan berkisar antara 1.168 mm/tahun sampai dengan 2.081 mm/tahun.

Suhu udara maksimum berkisar antara 37° (sumber data : Pagimana dalam Angka 2008).

2. Topografi

Wilayah Kecamatan Pagimana dilihat dari kondisi Topografi berada pada posisi ketinggian 0-500 meter diatas permukaan laut.

KONDISI PENGGUNAAN LAHAN

Berdasarkan komposisi penggunaan lahan, maka secara keseluruhan wilayah Kecamatan Pagimana sangat potensial. Hal ini dapat dilihat dari luas areal yang digunakan untuk lahan pertanian 5 %, untuk lahan perumahan 20% dan untuk perkebunan rakyat 75%.

KONDISI PEREKONOMIAN

Peran sektor transportasi sebagai salah satu penyumbang terbesar perekonomian kota, terutama disebabkan oleh peran transportasi dalam perekonomian regional. Kegiatan perdagangan, pemerintahan, pendidikan dan untuk perkembangan perekonomian dengan memberdayakan pelaku ekonomi kerakyatan.

copyright ©  2009 KANTOR UPP PAGIMANA

Jl. Pelabuhan No. 1 Pagimana 94752 - Provinsi Sulawesi Tengah